news

Testimonial

Banyak pengalaman suka duka, sedih dan pastinya perasaan gembira yang dirasakan para mahasiswa dari Indonesia yang kuliah di universitas Leiden.

Salah satu mahasiswa dari Indonesia ini, bernama Anya Yohana Aritonang, yang memilih program Magister Hukum Sipil dan Komersial (Adv) akan memberikan pengalamannya selama kuliah di negara kincir angin, dikota Leiden.

Memilih untuk belajar di luar negeri adalah salah satu keputusan paling penting dan paling berani selama hidup saya. Pengalaman ini dikelilingi oleh semua asumsi, jadi jangan menjadi korban dari sindrom “harapan vs kenyataan” yang dapat mengurangi waktu Anda belajar di luar negeri.

Saya ingat suatu hari saya bersepeda di Leiden dan saya melihat seorang teman berjalan dan berkata “Hellooo !!”. Ketika saya menyapanya kembali, saya tersenyum karena ini bukan hal yang akan terjadi di Jakarta karena penduduknya sangat ramai. Di hari lain, Anda akan melompat ke transportasi umum seperti bus atau kereta api dan sopir atau pejabat akan menyambut Anda dengan “halo” atau “goedemiddag” (selamat sore di Belanda). Mereka sangat baik dan ramah yang membuat Anda merasa hangat, jauh dari rasa tidak aman dengan orang asing. Perasaan ini membuat saya sadar bahwa saya akan merindukan masyarakat yang memiliki dan damai seperti ini. Anda mungkin tidak mengenal orang-orang di sekitar Anda saat berjalan-jalan sendirian di Leiden, tetapi Anda tidak akan pernah merasa kesepian.

Saya lahir di Jakarta dan saya suka suasana kacau. Satu tahun tinggal di Leiden membuat saya mengakui bahwa tahun terakhir ini telah mengubah saya untuk menghargai apa yang diberikan oleh kota kecil. Anda akan dengan nyaman menghargai waktu Anda, menikmati alam, berjalan dan bersepeda, tersenyum kepada orang asing dan peduli dengan lingkungan Anda tanpa rasa ingin tahu. Jika Anda datang untuk belajar di Leiden, saya dapat menjamin bahwa Anda akan menjadi bagian dari komunitas yang luar biasa dan memiliki keluarga besar sebelum Anda mengetahuinya.